Home Muba Randik Belum Bersedia NKRI, Napiter Bebas Murni

Belum Bersedia NKRI, Napiter Bebas Murni

3 min read
Comments Off on Belum Bersedia NKRI, Napiter Bebas Murni
0
18

SEKAYU – Fuad Zaki Rabbani mantan Nara pidana teroris (Napiter) setelah menjalani masa pidana selama lima tahun, kemarin Rabu (24/11/2021).
Fuad Zaki Rabbani dijemput keluarganya yakni kakak kandungnya Andi Ali Fikri di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sekayu.
“Beliau dinyatakan bebas murni usai menjalani masa hukuman selama lima tahun,” ujar Wali Pemasyarakatan/Pamong Narapidana Teroris Lapas Kelas IIB Sekayu, Anton Staloni, Rabu (24/11/2021).
Lebih ini lanjut ia menjalani masa hukuman, kata Anton, Napiter Fuad, dinilai sangat kooperatif dan mampu beradaptasi secara baik dengan lingkungan. “Disini cukup kooperatif, seluruh pembinaan yang diberikan diikuti dengan baik pula, tidak ada keluhan apapun. Selama di dalam Lapas kita juga memberikan laporan ke BNPT,” katanya
Tambahnya, lanjut Anton, selama menjalani hukuman di Lapas, Napiter Anton diberikan hak penuh untuk menjalankan ibadah. “Dia sering menjadi imam di Masjid, Komunikasi baik dengan petugas maupun penghuni Lapas lainnya,” jelasnya
Lebih lanjut Anton mengatakan, meski telah dinyatakan bebas murni, sang Napiter tidak menandatangani surat pernyataan setia kepada NKRI. “Dia belum bersedia menandatangani itu. Meski telah bebas murni, dia masih dalam pengawasan pihak terkait,” tegas Anton.
Sementara, dari pantauan, saat keluar Lapas Klas IIB Sekayu, Fuad dijemput oleh pihak keluarga beserta sejumlah anggota dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Sebelum bebas, anak ketujuh dari delapan bersaudara ini terlebih dahulu menjalani pemeriksaan administrasi.
Selanjutnya, FZR dibawa pihak keluarga ke daerah kelahiran di Jawa Barat dan tetap dalam pemantauan pihak terkait agar peristiwa serupa tidak terulang. “Semua ini perjalanan hidup ada hikmahnya, apapun yang terjadi ini adalah perjalanan yang baik, ini proses kenaikan mental manusia,” ujar Andi Ali Fikri, saudara FZR.
Untuk tahap pertama, kata Andi, sang adik akan dibawa untuk bertemu keluarga di Jawa Barat. Di sana, FZR akan beradaptasi agar dapat diterima di masyarakat umum dan menjalani hidup seperti biasa.
“Kita bawa untuk bertemu keluarga terlebih dahulu, kedua adaptasi sosial untuk membangun situasi ke depan. Ini tidak bisa instansi, kita saling menguatkan dan lekukan diskusi apa yang harus didiskusikan,” imbuhnya (boi)

Load More By admin
Load More In Muba Randik
Comments are closed.